EKSPLORASI GEN KDR T929I Pediculus humanus capitis PADA SAMPEL PENGGUNA PEDITOX SECARA MOLEKULER
Contributor: Akhsanu Miftahul KoiriyahVolume: 1 No:1 2025
DOD: https://drive.google.com/file/d/1HDVf5voj9LsfTESum1nW47-wFRzZMmmW/view?usp=drive_link
Abtsract
Pediculosis capitis masih menjadi permasalahan didunia dengan rasio infestasi pada perempuan lebih beresiko daripada laki-laki. Dampak buruk infestasi P. humanus capitis dapat menyebabkan penderita mengalami disfungsi kognitif sehingga dapat
mempengaruhi fokus dan kualitas kerja berkurang, oleh karenanya tidak jarang penderita menggunakan obat kutu untuk membasmi kutu dirambutnya. Obat kutu yang sering digunakan di Indonesia adalah Peditox dengan kandungan senyawa anti kutu Permethrin 1%.
Namun penggunaan tidak tepat dan tidak tuntas dapat mengakibatkan kutu menjadi resisten. Knockdown resistance (kdr) T929I merupakan salah satu mutasi yang berkembang di wilayah Asia dan dikatakan sebagai super kdr karena tidak hanya ditemukan pada P. humanus capitis tetapi juga pada Plutella xylostella, Thrips dan Ctenocephalides felis. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi gen kdr T929In Pediculus humanus capitis pada sapel yang enggunakan peditox selaa 6 bulan.
Penelitian bersifat observasional dengan jenis pengambilan sampel purposive sampling. Sampel diambil dari responden anak perempuan setelah melakukan pengobatan selama 6 bulan dengan riwayat kutu sulit diobati kemudian diidentifikasi secara makroskopis dan
mikroskopis. Ekstraksi DNA, uji kemurnian dan konsentrasi, serta amplifikasi gen DNAP. humanus capitis dilakukan untuk menganalisa resistensi terhadap kdr. Hasil penelitian menunjukkan pita DNA 295 dan 173bp pada kode S, 300 dan 186bp pada kode M1, 665, 349, dan 202bp pada kode M2, 298 dan 189bp pada kode H1, 314 dan 183bp pada H2. Gambaran berat molekular di atas menunjukkan kemungkinan resistensi terjadi pada perlakuan peditox dikarenakan terdapat perbedaan jumlah pita pada perlakuan khususnya pada kode M2, Hasil pita DNA akan dilanjutkan analisa sekuensing untuk menganalisa ada tidaknya substitusi asam amino pada posisi 929: triptofan (T) yang digantikan oleh isoleusin (I).

