IDENTIFIKASI CACING SOIL TRANSMITTED HELMINTHS (STH) PADA TANAH DI PINGGIR PANTAI DESA WIRITASI, JUKU EJA DAN PEJALA KABUPATEN TANAH BUMBU
Contributor: 1. Rika Nur Sapitri2. Nurul Amalia
3. Aulia Cynthia Ayu
Program Studi D3 Teknologi Laboratorium Medis, Fakultas Ilmu Kesehatan dan Sains Teknologi, Universitas Borneo Lestari, Kalimantan Selatan, Indonesia
Volume: 1 No:1 2025
DOD: https://drive.google.com/file/d/1TTBwn9IHtLR6--wuBpN12kN4wFl4vKg8/view?usp=drive_link
Abtsract
Soil Transmitted Helminths (STH) adalah penyakit akibat infeksi cacing parasit nematoda yang berkembang di tanah. Infeksi ini berisiko terhadap kesehatan, terutama pada anak-anak, karena dapat menyebabkan kekurangan gizi, anemia, gangguan pertumbuhan,
hingga penurunan kognitif. Tanah berperan penting dalam penularan dengan suhu optimal perkembangan telur ±30°C. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi cacing STH pada tanah di pinggir pantai Desa Wiritasi, Juku Eja, dan Pejala, Kabupaten Tanah Bumbu.
Metode yang digunakan adalah survei deskriptif dengan pengambilan sampel tanah di tiga lokasi tersebut, kemudian diperiksa secara mikroskopis di RSUD Ratu Zalecha Martapura. Hasil penelitian menunjukkan jumlah sampel sebanyak 25 di Desa Wiritasi, 12 di Desa Juku Eja, dan 13 di Desa Pejala. Ditemukan telur Ascaris lumbricoides dan
telur cacing tambang pada 5 sampel positif (20%) di Wiritasi, 2 sampel positif (16%) di Juku Eja, dan 2 sampel positif (15%) di Pejala. Perbedaan hasil positif dan negative dipengaruhi oleh kelembapan tanah, unsur hara, pH tanah, dan kebersihan diri
masyarakat. Temuan ini menunjukkan perlunya upaya pencegahan melalui peningkatan kesadaran akan personal hygiene dan pengelolaan lingkungan, khususnya di daerah pesisir yang rawan terkontaminasi STH.

